Guten Abend, meine Freunde!
Malam ini gue akan cerita sedikit tentang pengalaman
kursus gue di Goethe-Institut Jakarta.
Sebelumnya kalian harus tau, kalau Goethe-Institut
adalah sebuah lembaga kursus bahasa Jerman yang membuka cabang di seluruh
dunia. Nah, perlu kalian ketahui juga, Sertifikat bisa berbahasa Jerman yang
diakui oleh Kedutaan Besar Republik Federal Jerman satu-satunya hanya dari
lembaga Goethe-Institut. Keren ya! Tapi sayangnya, Goethe-Institut Indonesien
hanya ada di pulau Jawa, dan itupun hanya di Jakarta dan di Bandung. Sebenarnya
di Surabaya juga ada, namun hanya sekedar tempat menampu ujian resmi untuk mendapatkan
Goethe-Zertifikat (Sertifikat Goethe).
Goethe juga menawarkan berbagai jenis Kursus bahasa
Jerman,antara lain:
1.
Kursus Ekstensif
Adalah kursus yang dilakukan dua
kali seminggu (Senin dan Rabu / Selasa dan Kamis), atau sekali seminggu (Sabtu
/ Minggu). Kalau kalian memilih dua kali seminggu, waktu kursusnya bisa sore,
atau malam. Kalau sore, dimulai dari jam 15.30 – 18.00. Kalau malam, dimulai
dari jam 18.30 – 21.00. Tapi kalau kalian memilih satu kali seminggu, waktu
kursusnya bisa pagi, atau sore. Kalau pagi, dimulai dari jam 08.00 – 13.30.
Kalau sore, dimulai dari jam 14.00 – 19.15. Nah, kursus Ekstensif ini biayanya
paling murah, yaitu Rp. 1.800.000. Tapi kalau kalian memilih hari minggu,
harganya menjadi Rp. 2.000.000. Kenapa bisa begitu ya? Gak tau juga deh hehe.
2.
Kursus Intensif
Adalah kursus yang dilakukan tiga
kali seminggu (Senin, Rabu, dan Jumat). Waktu kursusnya dimulai dari jam 17.30
– 21.00. Biayanya sebesar Rp. 3.400.000
3.
Kursus Superintensif
Adalah kursus yang dilakukan
selama weekdays dalam seminggu (Senin – Jumat). Waktu kursusnya, hari Senin –
Kamis dimulai dari jam 08.00 – 12.30, kalau hari Jumat dimulai dari jam 08.00 –
11.30. Karena pertemuan lebih sering, jadi biaya kursusnya pun juga semakin
mahal. Biaya kursusnya sebesar Rp 6.500.000.
4.
Kursus Spesial
Nah gue agak kurang mengerti sama
kursus yang satu ini, yang gue tau, kursus spesial ini nawarin untuk kursus
perusahaan/persiapan ujian bahasa Jerman untuk persyaratan visa, dll. Untuk
info lebih lengkap mendingan ke web-nya Goethe aja langsung ;-) http://www.goethe.de/jakarta.
Tapi
dari semua biaya yang gue sebutin di atas, gak termasuk sama buku pelajaran.
Buku pelajaran itu terdiri dari:
1.
Kursbuch (Buku Kursus)
Buku ini sering banget dipakai untuk kursus. Istilahnya induknya
dari buku pelajaran. Buku ini bentuknya lebar, dan paling tebal diantara buku-buku yang lain. Pokoknya kalo
kursus gak bawa buku ini, susah belajarnya deh!
2.
Sprachtraining (Pelatihan Bahasa)
Buku ini bentuknya hampir mirip sama
Kursbuch. Lebarnya sama, cuma beda tebalnya aja. Buku ini lebih tipis daripada
Kursbuch. Buku ini biasanya dipake Lehrer/in (guru) untuk ngasih Hausaufgabe
(PR). Jangan salah, bukan Cuma sekolah yang punya PR, kursus juga!
3.
Vokabeltaschenbuch (Buku Kosa
Kata)
Buku ini bentuknya paling kecil di antara dua
buku yang lain. Buku ini berhubungan erat dengan Kursbuch. Jadi kalo ada kosa
kata yang gak kita ngerti di Kursbuch, tinggal liat aja di Vokabeltaschenbuch.
Di buku ini pasti tertera halaman berapa dan apa arti dari kosa kata tersebut.
4.
Wörterbuch (Kamus)
Buku
kamus yang bisa kita beli di Goethe-Institut adalah pocket dictionary. Bahasa
yang disajikan yaitu Indonesien – Deutsch dan Deutsch – Indonesien. Tapi gambar Wörterbuch di bawah menyajikan untuk bahasa Englisch – Deutsch dan Deutsch –
Englisch. Bentuknya kecil, warnanya kuning. Buku ini berguna banget buat
ngeliat artikel suatu kata. Oh ya, belum tau artikel itu apa ya? Belajar dulu
makanya…. Hehehe
Perlu
diketahui juga, bahwa setiap kita naik level di Goethe-Institut, buku yang kita
pakai juga harus berganti (kecuali Wörterbuch). Berikut level-level yang ada di
Goethe-Institut:
1.
A1
·
A1.1
·
A1.2
·
A1.3
2.
A2
·
A2.1
·
A2.2
3.
B1
·
B1.1
·
B1.2
·
B1.3
4.
B2
·
B2.1
·
B2.2
·
B2.3
·
B2.4
·
B2.5
·
B2.6
5.
C1
·
C1.1
·
C1.2
·
C1.3
·
C1.4
·
C1.5
6.
C2
·
C2.1
·
C2.2
·
C2.3
·
C2.4
·
C2.5
Kalau
dihitung-hitung, levelnya banyak juga ya! Tapi it’s ok, selama kita rajin masuk
dan cepat mengerti, pasti kita gampang kok naik level! Terus kalian juga harus
tau, naik level dari A1.1 ke A1.2 itu membutuhkan waktu 3 bulan, karena
pertemuannya hanya sekali setiap minggu. Dan jumlah pertemuannya 10 minggu.
Nah, kan
gue udah ngejelasin sekilas tentang kursus di Goethe-Institut nih, sekarang gue
pengen cerita kenapa gue kursus di sana. ………………….. *blablabla*………………..
pokoknya, the point is: ich habe Deutsch gelernt, weil ich in
Deutschland studieren möchte. Gue kursus di Goethe-Institut Jakarta ngambil kursus
Ekstensif sore, setiap hari Sabtu. Waktu pertama kali masuk, gue di ajar sama
Lehrer, seorang Indonesia, yang asik, aktif banget, dan walaupun kita gak
ngerti sama bahasa Jerman, dia tetep maksa selalu pake bahasa Jerman biar kita
terbiasa. Nah, kalo kita udah mulai bingung sama apa yang dia omongin, biasanya
dia ngomong sambil pantomim (memeragakan gerak), supaya kita tau dari bahasa
tubuhnya juga. Lehrernya sih asik. Ruang kelasnya juga nyaman. Dingin banget,
Klimaanlage(AC)nya juga banyak. Duduknya gak sendiri-sendiri, duduknya
perkelompok gitu, jadi kita bisa saling tanya sama kelompok-kelompok kita
masing-masing. Di kelasnya juga pake papan tulis smart board (papan tulis layar
tonjok) yang seru dipakai untuk belajar karena warnanya tidak hitam-putih
seperti papan tulis white board maupun black board.
Oh ya,
karena gue ikut Ekstensif sore, mulai dari jam 14.00 – 19.15, kan lama banget
tuh, Pausen(istirahat)nya juga dapet dua kali, pas jam 16.00 (waktu Ashar) dan
juga jam 18.00 (waktu Magrib).
Sekarang
di Goethe gue udah tingkatan A1.3 dan udah dapet Goethe-Zertifikat A1, tadinya
mau lanjut ke A2, tapi ternyata telat daftar… (╥﹏╥) hehehe.
Sekian
untuk postingan kali ini ya! Terima kasih sudah membaca! --- dankeschön
für das Lesen!J
N.B:
dalam postingan ini saya tidak dibayar oleh lembaga Goethe-Institut Indonesien
untuk mempromosikannya. Saya hanya sekedar ingin berbagi saja.